Kota-Kota Dunia Pada 'Hijau-Hijau', Jakarta Kapan?

by Duitin • January 2026

Kota-Kota Dunia Pada 'Hijau-Hijau', Jakarta Kapan?

Pernah ga sih jalan-jalan ke luar negeri terus liat kota yang asri banget, taman di mana-mana, udara seger, terus langsung kepikiran, ‘Jakarta kapan ya bisa kayak gini?’ Tenang, kamu ga sendirian. Tapi sebelum kita sedih-sedih, yuk kita intip dulu perjalanan kota-kota dunia yang udah ‘hijau’ duluan, siapa tau kita bisa curi ide buat Jakarta.

Dari Singapura sampai Copenhagen, mereka serius banget soal hijau. Mulai dari tetangga deket kita, Singapura. Negara kecil ini punya Gardens by the Bay, taman futuristik dengan ‘supertree’ yang ga cuma cantik, tapi juga punya panel surya buat ngumpulin energi. Mereka sampe bikin kebijakan, bangunan baru wajib punya taman di atap atau dinding hijau. Hasilnya? Udara lebih bersih, dan kota tetep adem meski padat penduduk.

Lalu ada Copenhagen di Denmark. Mereka punya target yang impressive; jadi kota pertama di dunia yang carbon neutral di tahun 2025! Caranya? Sepeda di mana-mana, energi dari angin, dan sampah didaur ulang hampir 100%. Bahkan mereka bikin atap gedung yang bisa nanam sayuran, jadi sekalian sumber makanan local.

Yang lebih deket, Bogor kita tercinta pun ga mau kalah. Tau ga, Bogor punya 49.8% ruang terbuka hijau, lebih tinggi dari rekomendasi WHO yang cuma 30%. Mereka jaga banget hutan kota dan taman-tamannya, sampe dijuluki ‘Kota Hujan’ yang selalu seger.

Nah, ini yang seru. Jakarta emang masih punya PR gede di soal ‘kehijauan’. Tapi jangan pesimis dulu. Beberapa perubahan mulai keliatan; taman-taman kota kayak Taman Suropati dan Taman Menteng makin tertata, kawasan pedestrian banyak yang diperbaiki, ada program urban farming di beberapa titik, dan transportasi umum mulai dikembangin (meski masih jauh dari sempurna). Tapi yang paling penting, Jakarta butuh sistem pengelolaan sampah yang lebih cerdas. Kenapa? Karena sampah yang ga terkelola bikin lingkungan kotor, saluran air mampet, dan bikin kota makin ‘panas’.

Ada beberapa ide yang bisa jadi inspirasi buat Jakarta. Pertama, vertical garden di gedung-gedung pencakar langit. Bayangin kalo semua gedung tinggi di Jakarta punya taman vertical, bukan cuma estetik, tapi juga bantu serap polusi dan bikin udara lebih seger. Kedua, bike lanes yang beneran aman dan terhubung. Copenhagen aja bisa jadi ‘kota sepeda’, masa Jakarta ga? Tapi harus dibikin jalur khusus yang aman dan nyambung ke transportasi umum. Ketiga, waste-to-energy park. Gabungin pengelolaan sampah sama taman rekreasi. Sampah diolah jadi energi, sisa panasnya bisa buat menghangatkan rumah kaca tanaman, jadi satu paket komplet.

Kami percaya, kota yang hijau dan sustainable itu dimulai dari pengelolaan sampah yang bener. Karena sampah yang ga keurus itu sumber masalah; bikin banjir, polusi udara (kalo dibakar), dan merusak keindahan kota. Duitin hadir buat bikin rantai pengelolaan sampah jadi lebih efisien; dari sumber sampai ke daur ulang. Dengan teknologi yang kami kembangkan, sampah bisa dipantau, diolah, dan dikelola dengan lebih baik. Hasilnya? Lingkungan lebih bersih, kota lebih hijau, dan warganya lebih sehat.

Yang bisa kita lakukan sekarang juga; mulai dari rumah dengan pilah sampah, kurangi plastik, kompos sampah organic, dukung kebijakan hijau dengan pilih pemimpin yang peduli lingkungan, jadi agen perubahan dengan ajak tetangga buat bikin komunitas hijau dan pilih bisnis yang sustainable, dukung perusahaan yang peduli lingkungan.

Jakarta emang masih jauh dari Singapura atau Copenhagen. Tapi perubahan besar selalu dimulai dari hal yang paling sederhana. Yang penting kita mulai dan konsisten. Kalo semua warga Jakarta sadar dan mau berubah, ga mustahil kota kita bisa jadi contoh kota metropolitan yang hijau dan sustainable. So, mari kita mulai dari hal sederhana, kelola sampah dengan benar. Karena kota yang bersih adalah fondasi kota yang hijau.

Gimana, siap jadi bagian dari perubahan Jakarta? Yuk, mulai sekarang juga..